Tanaman Buah Dalam Pot

Minggu, 23 Oktober 2016

Tanaman Produktif di dalam pot.

Budidaya Jambu Air Madu (Syzygium Samarangese)
Oleh: Soehono (Ortu saya)





 
I.  Pendahuluan
                Tanaman Jambu Air sebenanya tanaman asli Indonesia, khusunya P.Jawa. Namun dalam perkembangannya justru, Taiwan sebagai exporter terbesar didunia yaitu Jambu Madu dan Thailand
Jambu Citra. Jambu Madu dibawa orang Taiwan dari Semarang dan Jambu Citra dari T.B. Mekar Sari, Jambu madu mempunyai sifat genjah, produksi tinggi dan manis (12,5 briks).
Untuk mengembangkan tanaman Jambu air madu dari Taiwan telah diusahakan beberapa kebun baik di Sumatera dan Jawa, antara lain di DKI Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta dan Jawa Tengah. Mengingat terbatasnya lahan, berikut diuraikan budidaya Jambu air secara Intensif dan tepat.
  
II.Syarat Tumbuh
1.      Iklim             : Untuk tanaman Jambu Air, lebih cocok ditanam pada wilayah dengan musim kemarau lebih dari 4 bulan, karena akan menghasilkan buah yang manis dan renyah.
2.      Elevasi         : Ketinggian 28 D. P. L. Tambulampot diletakkan dengan cahaya matahari 6-8jam.
3.      Sumber Air :  Air diperlukan untuk pertumbuhan tanaman, menyilang, berbunga dan berbuah.

III.Persiapan Tanam
Persiapan tanam dalam pot meliputi persiapan media tanam, wadah tanam dan bibit.
1.      Media tanam dalam pot sangat penting, karena menyangkut pertumbuhan tanaman dan buah.
-          Media harus proses dan banyak unsur hara, serta ringan.
-          Media tanam yang baik adalah : serutan kayu, pupuk kandang, (1:1:1), Campuran tanah Gembus, sekam, pupuk kandang (1:1:1), kompos, pupuk kandang, serutan (1:2:1), sekam, serbuk gergaji, guoano (1:1:1). Kotoron puyuh, kompos, dll.
2.      Wadah Media
-          Pot plastik, pot semen, pot kalung: diameter minimal 60 Cm.
-          Kantong Plastik, Karung, Planter Bag.
3.      Bibit
-          Bibit berasal dari cangkok, okulasi, stek.
-          Untuk memperbanyak masal gunakan cara stek, dengan media arang sekam, cocapet, tanah steril yang ditaruh di dalam gelas plastic bekas aqua, disungkup plastic.
-          Sebelum disungkup media dibasahi dahulu.
-          Penanaman sore hari.

IV.  Pemeliharaan
1.      Penyiraman
-          Penyiraman air dilakukan 1 hari 2 kali pagi dan sore pada waktu panas, 1x1 hari musim hujan.
-          Penyiraman jangan siang hari, gunakan ember, selang, tetes.
2.      Pemupukan
-          Pemupukan dengan pupuk kandang yang sudah matang, pada umur s/d 7 bulan, 1-2 bulan sekali, setelah itu gunakan pupuk ungags matang, NPK, 1 sendok makan.
-          Pemupukan jangan terlalu banyak, sedikit-sedikit tapi kontinyu.
3.      Pemangkasan
-          Pemangkasan dilakukan 4 bulan sekali setelah tanam.
-          Pemangkasan untuk mengurangi tinggi tanaman, membentuk tanam dilakukan pada batang-batang di dalam.
-          Tinggi tanam maksimal 2 meter.
4.      Pembungkusan Buah
-          Pembungkusan sangat penting agar buah tidak diserang ulat dan lalat buah.
-          Pembungkusan 14 – 15 hari setelah bunga jadi buah (pentil).
-          Alat pembungkus plastic transparan, lubangi bagian bawahnya.

5.      Pengendalian Hama
-          Pembungkusan dan Penyemprotan
-          Gunakan Alat perangsang, buat kelambu.
-          Gunakan perangkap lalat buah.

V.    Panen
1.      Panen
-          Panen perdana pada umumnya 1, - s/d 1,5 tahun setelah tanam, namun pada percobaan saya, umur 5 – 7 bulan sudah berbunga sehingga pada umur 7 – 9 bulan sudah panen.
-          Pada umur 1,5 tahun panen perdana 6kg/ pohon/ tahun, sedang tahun ke 2-3 produksi 15kg, tahun ke-4,  30kg/ pohon/ tahun.
-          Panen umur 60hari dari memulainya berbunga, jangan terlambat memetik.
2.      Cara panen
-          Cara panen adalah dengan memegang buah, gunting tangkai buah, lakukan sore hari.
-          Letakkan buah pada keranjang plastik yang sudah dialasi.
3.      Penyortiran
-          Penyortiran dilakukan atas besar kecilnya buah dan bentuk buah.
-          Pengemasan dengan plastik atau stereofom
4.      Pemasaran
-          Bisa kerja sama dengan pedagang buah.
-          Suplay supermarket, buat juice buah, export.
5.      Lain – lain
-          Apa bila tiap orang menanam 10 pot, maka panen tahun II, 60kg, panen tahun ke III   150kg, tahun ke IV   300kg.
-          Bila harga Rp.25000/kg, maka hasilnya mulai Rp.1,500.000,- , Rp.3,750.000,-  , dan Rp. 7,500.000,-.

Ini nanti bisa menyerap tenaga kerja mulai dari usaha bibit, usaha media tanam, pemasaran maupun eksport.
Mari kita usaha, jangan kalah dengan orang Thailand maupun Taiwan. Coba kalau tiap keluarga terdiri dari 5 orang menanam antara 10 pot, jadi 50 pot, satu kelurahan
300 orang = 15000 pot.
Maka hasilnya tahun ke II Rp.15.000 x 60kg = Rp. 900.000,-
Tahun ke III,  Rp.15.000 x 150kg = Rp.2.250.000,-
Tahun ke IV,  Rp.15.000 x 300kg = Rp.4.500.000,-

                                                                                   Terimaksih