Budidaya Jambu Air Madu (Syzygium Samarangese)
Oleh: Soehono (Ortu saya)
I. Pendahuluan
Tanaman Jambu Air sebenanya tanaman
asli Indonesia, khusunya P.Jawa. Namun dalam perkembangannya justru, Taiwan
sebagai exporter terbesar didunia yaitu Jambu Madu dan Thailand
Jambu
Citra. Jambu Madu dibawa orang Taiwan dari Semarang dan Jambu Citra dari T.B.
Mekar Sari, Jambu madu mempunyai sifat genjah, produksi tinggi dan manis (12,5
briks).
Untuk
mengembangkan tanaman Jambu air madu dari Taiwan telah diusahakan beberapa
kebun baik di Sumatera dan Jawa, antara lain di DKI Jakarta, Jawa Barat,
Yogyakarta dan Jawa Tengah. Mengingat terbatasnya lahan, berikut diuraikan
budidaya Jambu air secara Intensif dan tepat.
II.Syarat
Tumbuh
1. Iklim
: Untuk
tanaman Jambu Air, lebih cocok ditanam pada wilayah dengan musim kemarau lebih
dari 4 bulan, karena akan menghasilkan buah yang manis dan renyah.
2. Elevasi :
Ketinggian 28 D. P.
L. Tambulampot diletakkan dengan cahaya matahari 6-8jam.
3. Sumber
Air : Air
diperlukan untuk pertumbuhan tanaman, menyilang, berbunga dan berbuah.
III.Persiapan
Tanam
Persiapan tanam dalam pot meliputi
persiapan media tanam, wadah tanam dan bibit.
1.
Media
tanam dalam pot sangat penting, karena menyangkut pertumbuhan tanaman dan buah.
-
Media
harus proses dan banyak unsur hara, serta ringan.
-
Media
tanam yang baik adalah : serutan kayu, pupuk kandang, (1:1:1), Campuran tanah
Gembus, sekam, pupuk kandang (1:1:1), kompos, pupuk kandang, serutan (1:2:1),
sekam, serbuk gergaji, guoano (1:1:1). Kotoron puyuh, kompos, dll.
2.
Wadah
Media
-
Pot
plastik, pot semen, pot kalung: diameter minimal 60 Cm.
-
Kantong
Plastik, Karung, Planter Bag.
3.
Bibit
-
Bibit
berasal dari cangkok, okulasi, stek.
-
Untuk
memperbanyak masal gunakan cara stek, dengan media arang sekam, cocapet, tanah
steril yang ditaruh di dalam gelas plastic bekas aqua, disungkup plastic.
-
Sebelum
disungkup media dibasahi dahulu.
-
Penanaman
sore hari.
IV. Pemeliharaan
1. Penyiraman
-
Penyiraman air dilakukan 1 hari 2
kali pagi dan sore pada waktu panas, 1x1 hari musim hujan.
-
Penyiraman jangan siang hari, gunakan
ember, selang, tetes.
2. Pemupukan
-
Pemupukan
dengan pupuk kandang yang sudah matang, pada umur s/d 7 bulan, 1-2 bulan
sekali, setelah itu gunakan pupuk ungags matang, NPK, 1 sendok makan.
-
Pemupukan
jangan terlalu banyak, sedikit-sedikit tapi kontinyu.
3. Pemangkasan
-
Pemangkasan
dilakukan 4 bulan sekali setelah tanam.
-
Pemangkasan
untuk mengurangi tinggi tanaman, membentuk tanam dilakukan pada batang-batang
di dalam.
-
Tinggi
tanam maksimal 2 meter.
4. Pembungkusan Buah
-
Pembungkusan
sangat penting agar buah tidak diserang ulat dan lalat buah.
-
Pembungkusan
14 – 15 hari setelah bunga jadi buah (pentil).
-
Alat
pembungkus plastic transparan, lubangi bagian bawahnya.
5. Pengendalian Hama
-
Pembungkusan
dan Penyemprotan
-
Gunakan
Alat perangsang, buat kelambu.
-
Gunakan
perangkap lalat buah.
V. Panen
1. Panen
-
Panen
perdana pada umumnya 1, - s/d 1,5 tahun setelah tanam, namun pada percobaan
saya, umur 5 – 7 bulan sudah berbunga sehingga pada umur 7 – 9 bulan sudah
panen.
-
Pada
umur 1,5 tahun panen perdana 6kg/ pohon/ tahun, sedang tahun ke 2-3 produksi
15kg, tahun ke-4, 30kg/ pohon/ tahun.
-
Panen
umur 60hari dari memulainya berbunga, jangan terlambat memetik.
2. Cara panen
-
Cara
panen adalah dengan memegang buah, gunting tangkai buah, lakukan sore hari.
-
Letakkan
buah pada keranjang plastik yang sudah dialasi.
3. Penyortiran
-
Penyortiran
dilakukan atas besar kecilnya buah dan bentuk buah.
-
Pengemasan
dengan plastik atau stereofom
4. Pemasaran
-
Bisa
kerja sama dengan pedagang buah.
-
Suplay
supermarket, buat juice buah, export.
5. Lain – lain
-
Apa
bila tiap orang menanam 10 pot, maka panen tahun II, 60kg, panen tahun ke
III 150kg, tahun ke IV 300kg.
-
Bila
harga Rp.25000/kg, maka hasilnya mulai Rp.1,500.000,- , Rp.3,750.000,- , dan Rp. 7,500.000,-.
Ini nanti bisa menyerap tenaga kerja
mulai dari usaha bibit, usaha media tanam, pemasaran maupun eksport.
Mari kita usaha, jangan kalah dengan
orang Thailand maupun Taiwan. Coba kalau tiap keluarga terdiri dari 5 orang
menanam antara 10 pot, jadi 50 pot, satu kelurahan
300 orang = 15000 pot.
Maka hasilnya tahun ke II Rp.15.000 x
60kg = Rp. 900.000,-
Tahun ke III, Rp.15.000 x 150kg = Rp.2.250.000,-
Tahun ke IV, Rp.15.000 x 300kg = Rp.4.500.000,-
Terimaksih

